Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia sebagai Tonggak Pendidikan Inklusif Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 14:46:43 WIB
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia sebagai Tonggak Pendidikan Inklusif Nasional

JAKARTA - Upaya pemerataan akses pendidikan kembali ditegaskan melalui langkah simbolik dari Kepala Negara. Pemerintah menempatkan pendidikan rakyat sebagai instrumen strategis untuk membangun masa depan bangsa.

Momentum tersebut diwujudkan dalam kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Kalimantan Selatan. Agenda ini menandai dimulainya operasional sekolah rakyat secara serentak di berbagai daerah.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 sekolah rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Peresmian tersebut dilaksanakan saat kunjungan kerja Presiden ke Banjarbaru pada Senin.

Kegiatan peresmian diikuti secara daring dari Sekretariat Presiden di Jakarta. Acara dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru sebagai lokasi simbolis.

Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru dipilih untuk mewakili seluruh sekolah rakyat yang telah beroperasi. Kehadiran Presiden menjadi penanda penting dimulainya sistem pendidikan ini secara nasional.

Penyambutan Presiden dan Peninjauan Awal Sekolah

Kedatangan Presiden Prabowo disambut prosesi baris berbaris para siswa. Para siswa tampil mengenakan jas almamater merah marun yang mencerminkan identitas sekolah rakyat.

Seragam tersebut dilengkapi pin logo SR di dada kiri dan nama siswa di dada kanan. Tanda kepangkatan di bahu serta dasi merah marun turut melengkapi penampilan mereka.

Para siswa juga mengenakan kemeja putih dan celana putih bergaris merah. Baret merah berlogo SR menjadi bagian dari atribut resmi sekolah rakyat.

Presiden Prabowo terlihat memperhatikan detail kerapian para siswa. Ia sempat memperbaiki posisi seragam beberapa siswa yang dinilai kurang rapi.

Perbaikan dilakukan pada posisi baret, kerah kemeja, hingga dasi siswa. Gestur tersebut menunjukkan perhatian Presiden terhadap kedisiplinan dan kerapian.

Setelah prosesi penyambutan, Presiden langsung meninjau fasilitas sekolah. Peninjauan dilakukan bersama sejumlah menteri yang mendampingi.

Presiden Prabowo didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Mereka bersama-sama memasuki gedung sekolah setinggi tiga lantai.

Bangunan sekolah tersebut memiliki corak merah putih yang mencolok. Desain ini mencerminkan semangat kebangsaan dan identitas nasional.

Presiden meninjau satu per satu ruang kelas yang digunakan siswa. Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar turut menjadi perhatian utama.

Aktivitas Belajar Interaktif di Ruang Kelas Digital

Di ruang kelas pertama, Presiden Prabowo menyaksikan langsung proses belajar siswa kelas X. Mata pelajaran yang sedang berlangsung adalah bahasa Inggris.

Ruang kelas tersebut dilengkapi berbagai fasilitas digital modern. Tersedia laptop, layar PC, dan layar pintar untuk mendukung pembelajaran.

Dalam satu ruang kelas terdapat sekitar 25 siswa. Para siswa duduk dalam lima baris kursi belajar yang tertata rapi.

Satu orang guru pembimbing mendampingi proses belajar mengajar. Interaksi antara guru dan siswa berlangsung secara aktif.

Sistem pembelajaran dilakukan secara interaktif dengan metode audiovisual. Siswa diajak menyimak film animasi berjudul “Moana”.

Setelah pemutaran film, sesi tanya jawab dilakukan oleh guru. Para siswa tampak serius mengikuti dan menjawab pertanyaan.

Komunikasi pembelajaran dilakukan secara bilingual. Bahasa Inggris dan Indonesia digunakan secara bergantian selama proses belajar.

Presiden memperhatikan jalannya pembelajaran dengan seksama. Metode pengajaran ini menunjukkan pendekatan pendidikan yang adaptif.

Kelas tersebut dinilai representatif untuk mendukung pembelajaran modern. Integrasi teknologi menjadi bagian penting dalam sistem sekolah rakyat.

Perpustakaan Digital dan Teknologi Pendukung Pendidikan

Setelah meninjau ruang kelas, Presiden melanjutkan kunjungan ke ruang perpustakaan. Di lokasi tersebut tersedia fasilitas perpustakaan digital.

Presiden mengecek layar pintar digital bernama Anjungan Baca Digital. Perangkat ini terhubung langsung dengan koleksi Perpustakaan Nasional di Jakarta.

Melalui sistem tersebut, siswa dapat mengakses ribuan koleksi buku digital. Akses ini memberikan peluang literasi yang lebih luas.

Presiden terlihat tertarik dengan pemanfaatan teknologi dalam perpustakaan. Fasilitas ini dinilai mendukung budaya membaca sejak dini.

Selain perpustakaan, Presiden juga menyaksikan demonstrasi mesin absensi digital. Mesin tersebut dilengkapi kamera dan sistem pencatatan otomatis.

Dua orang siswa memperagakan cara kerja mesin kehadiran kelas tersebut. Sistem ini digunakan untuk mencatat kehadiran siswa secara digital.

Presiden merespons penjelasan tersebut dengan komentar ringan. “Bagus di zaman saya belum ada,” kata Presiden.

Komentar tersebut disambut senyum oleh siswa dan pendamping. Fasilitas ini mencerminkan kemajuan sistem pendidikan berbasis teknologi.

Presiden kemudian melanjutkan peninjauan ke ruang laboratorium sekolah. Di ruang tersebut tersedia berbagai peralatan pendukung pembelajaran.

Presiden mengecek kelengkapan peralatan laboratorium. Ia juga berdialog langsung dengan sejumlah siswa.

Dalam dialog tersebut, Presiden memberikan pesan motivasi kepada siswa. Ia mendorong siswa agar aktif bertanya kepada guru.

“Kamu suka sekolah ini? Bisa mengikuti pelajaran? Kalau tidak mengerti tanya guru ya, jangan malu bertanya,” pesan Presiden. Pesan tersebut disampaikan dengan nada akrab.

Layanan Pendukung dan Kehadiran Pejabat Negara

Selain fasilitas akademik, sekolah rakyat juga menyediakan layanan pendukung. Salah satu fasilitas tersebut adalah mini bank dari Himpunan Bank Milik Negara.

Mini bank ini menawarkan layanan edukasi perbankan kepada siswa. Program literasi keuangan menjadi bagian dari pembelajaran nonformal.

Selain edukasi perbankan, tersedia pula program bank sampah. Program ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan kepada pelajar.

Keberadaan mini bank menunjukkan pendekatan pendidikan yang holistik. Sekolah rakyat tidak hanya fokus pada akademik semata.

Presiden meninjau fasilitas tersebut secara singkat. Program ini dinilai mendukung pembentukan karakter dan keterampilan siswa.

Dalam agenda peresmian ini, Presiden turut didampingi pejabat tinggi negara lainnya. Kehadiran mereka memperkuat makna simbolik acara.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut hadir mendampingi Presiden. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga terlihat dalam rombongan.

Kehadiran para pejabat ini menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat. Sekolah rakyat menjadi program prioritas nasional.

Peresmian ini menandai dimulainya operasional sekolah rakyat secara menyeluruh. Pemerintah berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sekolah rakyat dirancang sebagai solusi pendidikan yang inklusif. Program ini menyasar pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui peresmian ini, Presiden Prabowo menegaskan komitmen negara terhadap pendidikan. Pendidikan dipandang sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Dengan fasilitas modern dan pendekatan adaptif, sekolah rakyat diharapkan mencetak generasi unggul. Program ini menjadi langkah nyata menuju keadilan pendidikan.

Peresmian 166 sekolah rakyat menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan nasional. Pemerintah menargetkan dampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.

Terkini